Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 2

Dengan peta itu, Mudrik memeriksa kondisi lapangan untuk mengetahui aktivitas Sesar Lembang. ”Bukti sesar itu aktif, ada pergeseran sungai, ada pergeseran morfologi, dan dinding terjal sesar,” katanya di acara Rembug Lini (Gempa) di Tatar Bandung, di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, dua pekan lalu.

Morfologi sesar yang dapat teramati dengan jelas adalah kelurusan lembah, gawir atau dinding terjal sesar, bukit tergeser, sungai terpancung, dan pergeseran sungai. Mudrik lantas membagi Sesar Lembang menjadi enam segmen, yaitu Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng. Di wilayah itu, kecepatan geser geologi sesar berkisar 3,5-5 milimeter per tahun. Awalnya Mudrik tak yakin Sesar Lembang aktif.

Namun bukti di lapangan menjungkalkan perkiraannya. Sejumlah sungai, seperti Cibeureum, Cihideung, Cipaganti, dan Cisungapan, ternyata terpotong jalur sesar. ”Sungai di sekitar jalur Sesar Lembang ada yang tergeser ke kiri. Itu menunjukkan sesar geser sinistral atau geser kiri,” ujarnya. Eko Yulianto, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung, juga tertarik meneliti Sesar Lembang.

Eko lantas membuat parit di belakang perumahan Graha Puspa di dekat belokan Jalan Sersan Bajuri, Cihideung. Panjangnya 10 meter. ”Di sana ada apartemen yang tepat berdiri di jalur sesar,” kata Eko. Ada empat jejak gempa di galian itu, dua di antaranya menunjukkan pergeseran sesar secara vertikal.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *