Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 5

Apalagi kondisi geologi Bandung yang tersusun dari tanah lunak bisa meningkatkan amplifkasi atau besaran gempa. Kondisi seperti ini pernah menimpa Yogyakarta pada 2006. Pergerakan Sesar Opak pada saat itu memicu gempa dengan magnitudo 5,9 dan menghancurkan banyak bangunan serta menewaskan lebih dari 6.000 jiwa. Riset tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menunjukkan amplifkasi gempa di kawasan Cekungan Bandung tergolong tinggi.

Guncangan gempa bisa membesar empatenam kali lipat. ”Karena tanahnya lunak bekas endapan danau purba,” kata Kepala Subbidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Sri Hidayati. Tim riset Institut Teknologi Bandung sudah mengkalkulasi risiko ekonomi jika Sesar Lembang bergeser. Perhitungan didasarkan pada kerentanan bangunan. Ada kurang-lebih 2,5 juta rumah di Kota Bandung berpotensi rusak—500 ribu di antaranya akan hancur—jika terjadi gempa.

”Dengan biaya membangun rumah sekitar Rp 6 juta per meter, kita bisa rugi Rp 51 triliun,” ujar Rahma Hanifa, anggota tim riset ITB. Hitungan itu baru mencakup Kota Bandung. Padahal daerah yang terkena dampak meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Di daerah itu banyak rumah dan bangunan dibuat tanpa perhitungan tahan gempa. ”Termasuk gedung kantor LIPI ini,” kata Danny Hilman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *