Ancaman Sesar Di Jantung Bandung

JEJAK patahan bumi tergambar jelas di Gunung Batu, Lembang, Jawa Barat. Kontur tebingnya mirip dinding besar yang mencu at tegak dan kokoh. Sesar Lembang begitu patahan ini dikenal membujur dari timur ke barat sepanjang 29 kilometer. Sempat dianggap pasif, patahan yang terentang dari jalan tol Padalarang hingga kawasan barat di Gunung Manglayang ini menyimpan potensi ancaman serius bagi kawasan Lembang dan Cekungan Bandung, yang dihuni sekitar 3 juta jiwa.

Sesar dalam bahasa Inggris disebut fault merupakan retakan di kerak bumi yang mengalami pergeseran atau pergerakan. Dikenal tiga jenis sesar: sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault), dan sesar geser mendatar (strike-slip fault). Sesar dinyatakan aktif jika ada pergerakan dalam kurun 10 ribu tahun. Dalam sejarah kegempaan, pernah terjadi empat kali gempa di Sesar Lembang, yakni 2.000 tahun lalu, 500 tahun silam, 13 tahun lalu pada 11 Juli 2003, dan terakhir pada 22 Juli 2011.

Untuk dua gempa terakhir, kekuatannya relatif kecil, yakni magnitudo 4,2 dan 3,4. Untuk membuktikan Sesar Lembang tergolong aktif, Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, pernah memetakan patahan ini. Ia memakai Light Detecting and Ranging (LiDAR) dengan resolusi atau kedekatan jarak pencitraan 90 sentimeter dan Interroferrometry Scanning and Interoferometric Resolution Synthetic Aperture Radar (IFSAR) empat meter.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *