Fokus Pada Angkutan Massal Dan Keterpaduan Antarmoda Bag2

Yang dilakukan Kementerian Perhubungan adalah memberikan bantuan bus yang bisa merangsang terciptanya angkutan massal. Di beberapa tempat sudah berjalan, misalnya Transmusi di Palembang, TransSemarang di Semarang sudah beroperasi, lalu TransYogya di Yogyakarta juga sudah berjalan, tapi kami memberikan itu hanya untuk perangsang sehingga apa yang dikelola pemerintah daerah bisa berkembang. Apakah terminal akan terintegrasi dengan moda transportasi lain, misalnya kereta api dan kapal laut?

Kami akan mengkoneksikan antara terminal dengan stasiun kereta api dengan menggunakan sky bridge. Jadi nanti penumpang dari terminal bisa langsung ke stasiun. Bahkan penjualan tiket kereta api secara online juga di terminal itu, sehingga penumpang bisa beli tiket di tempat. Hal seperti itu harus dilakukan. BRT harusnya terkoneksi juga dengan angkutan sungai. Di beberapa tempat, bahkan sudah ada infrastruktur pelabuhan sungai dan bus yang didekatkan. Jadi turun dari sungai bisa berjalan ke bus, bukan hanya pada kereta api, tapi semua moda transportasi. Idealnya terintegrasi semua. Apa tantangan yang dihadapi Ditjen Hubdat saat ini?

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *