Hikayat praperadilan Bag4

Karena itu, Sioe Oeh, pada Oktober 1981, meminta perlindungan polisi. Karena takut dibunuh, begitu ceritanya, sampai ia merasa perlu menginap di Kantor Kotabes 86 Bandung. Sementara itu, si penagih, Tie Nio dan A Hoeng, mengadu ke Kodak VIII. Berdasarkan pengaduan tersebut, perwira reserse Kodak, Kapten Toemiran, ”mengebon” Sioe Oeh dari Kotabes. Dari tempat tahanan, Sioe Oeh dapat berhubungan dengan pengacara Nawawi, yang segera menengok pasal-pasal KUHAP yang belum sebulan berlaku. Nawawi meminta prapengadilan bersidang dan membebaskan kliennya dari tahanan. Sebab, menurut dia, Sioe Oeh ditangkap polisi tanpa surat perintah penangkapan. Prapengadilan dipimpin Soedarko sendiri sebagai hakim tunggal. Sore harinya, setelah sidang pertama 23 Januari, polisi membebaskan Sioe Oeh.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *