Jenderal Yang Mengakrabi Facebook

Masa senja yang muram bagi Mabia Khatun. Pada usia 75 tahun, perempu an etnis Rohingya itu jus tru hidup terlunta-lunta sebagai pengungsi. Terusir dari rumahnya di sebuah desa di Distrik Maungdaw di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, Mabia terpaksa menyelamatkan diri ke negara tetangga, Bangladesh. Bersama puluhan tetangganya, menurut situs resmi badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengurusi masalah pengungsi (UNHCR),

Mabia menghindari kekejian tentara Myanmar yang menyerbu desa-desa Rohingya pada akhir Agustus lalu. Ketika desa mereka dibakar, dua anak lelaki Mabia segera membungkusnya dengan selimut dan membawanya keluar dari desa. ”Kami harus menyelamatkannya meski sulit,” kata Ali, seorang anak Mabia. Berbekal tongkat bambu, Ali dan saudaranya menggotong Mabia selama 17 hari melalui hutan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *