Dalam banyak kasus, telur atau embrio memiliki kromosom lebih banyak dibanding jumlah normalnya, yaitu 46, atau sebaliknya kekurangan kromosom. Karena penyebab tersering kehamilan anembrionik ialah adanya kesalahan pada saat awal pembentukan embrio, yaitu kelainan kromosom yang bersifat acak, maka kejadian ini tidak dapat kita cegah. Kabar baiknya, biasanya kehamilan anembrionik ini merupakan kejadian uang acak sehingga sangat jarang akan terulang kembali.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

TAHAPAN TINDAKAN DOKTER Setelah dokter mendiagnosis terjadinya BO, ada beberapa pilihan untuk tatalaksana selanjutnya, yaitu manajemen ekspektatif, medi kamentosa (istilah kedokteran berkenaan dengan obat-obatan dalam pengobatan atau perawatan penyakit), dan pembedahan (kuretase/kuret). Berikut penjelasannya: ? Manajemen Ekspektatif Dapat dipilih bila tidak ada perdarahan aktif, tanda infeksi, serta Mama Papa sudah mendapatkan penjelasan mengenai kemung kinan rasa nyeri ataupun per darahan yang dapat muncul di rumah selama proses menunggu dan memutuskan.

Indikator dari manajemen ekspektatif ditentukan oleh keadaan umum Mama dan perkembangan kondisi kehamilan dalam kurun waktu dua minggu ke depan. Jika terdapat halhal yang mengganggu atau Mama berubah pikiran, maka perlu dipertimbangkan terapi pembedahan. ? Manajemen Medikamentosa Manajemen ini juga hanya dapat dilakukan apabila tidak ada perdarahan aktif pada Mama ataupun tanda infeksi. Mama Papa juga harus mengetahui kemungkinan rasa nyeri berlebihan dan perdarahan yang dapat terjadi selama pemberian obat.

Mama juga harus mengetahui kemungkinan efek samping yang da pat terjadi pascapemberian obat, seperti: mual, muntah, dan diare (biasanya mencapai 40%). Selama pemberian obat, sebaiknya Mama dirawat inap di rumah sakit. Kalaupun mendapatkan rawat jalan, perlu mendapat penjelasan secara detail mengenai kondisi gawat darurat yang bisa terjadi serta cara mencari pertolongannya. Bila hasil konsepsi tidak juga keluar dalam waktu satu minggu, perlu dilakukan tindakan pembedahan. ?

Manajemen Pembedahan (Kuretase) Pada manajemen ini ada kelebihan dibandingkan dua prosedur yang sebelumnya, yakni lebih sedikit darah yang dikeluarkan dan durasinya lebih cepat. Kuret isap memiliki angka keberhasilan 100%. Walaupun demikian, kuretase memiliki risiko adanya perforasi (pelubangan) rahim, infeksi, ataupun risiko dari pembiusan. DAMPAK BO Mengalami keguguran, baik itu di periode sangat awal kehamilan maupun sudah lebih lanjut.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *