Manajemen Kehamilan

Sat-jakarta.com – Mamil yang memiliki riwayat keguguran memiliki risiko untuk mengalami kegugur an lagi. Namun, hal tersebut tak perlu membuat Mama takut untuk hamil lagi. Alih-alih menghindari kehamilan, sebaiknya Mama mengelola rasa takutnya menjadi motiYasi positiI. Berarti, Mama akan mengupayakan kondisi kehamilan yang lebih baik dan fit dari sebelumnya.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di jakarta

Lebih baik lagi bila penyebab keguguran sebelumnya sudah diketahui. Intinya, keguguran dapat dicegah. Caranya? Jaga kehamilan sebaik mungkin dengan meng hindari hal-hal yang berpotensi menimbulkan keguguran. Pada kehamilan trimester 1 ini, baiknya hindari pekerjaan berat dan menyita waktu terlalu lama. Usahakan istirahat 6-8 jam dalam sehari. Lakukan olahraga, seperti jalan kaki, selama 30 menit setiap pagi agar terkena sinar matahari yang menyehatkan.

Makanan saat hamil juga perlu diperhatikan. Mengonsumsi makanan seimbang dengan protein yang cukup sangat dianjurkan. Sementara makanan terlalu pedas, terlalu asam, terlalu pahit, ataupun terlalu asam agar diminimalisasi. Sikap positif selama kehamilan, seperti mengelola stres, mengatur pola makan dan pola istirahat yang baik akan berdampak sangat baik untuk Mama dan janin.

Tak kalah utamanya, peka pada gejala atau keluhan yang memiliki potensi adalah gejala keguguran. Pastikan Mama mengetahui setiap perubahan yang terjadi pada tubuh, sehingga gejalagejala dini keguguran dapat Mama sadari.

Haruskah Kuretase?

Jangan panik. Apabila terdapat flek, pantau terus kondisinya dan datanglah ke dokter kandungan apabila keluhan tetap dirasakan dalam 24 jam. Pertama-tama dokter kandung an akan menanyakan seberapa banyak darah yang telah keluar, separah apa nyeri atau kram yang dirasakan. Pemeriksaan yang bersifat memprovokasi, seperti pemeriksaan dalam harus dihindari, sehingga USG menjadi pilihan yang pertama dilakukan.

Apabila janin masih dapat dipertahankan, mamil sangat disarankan untuk melakukan bedrest dan mengonsumsi obat penguat kehamilan jika diperlukan. Bentuknya dapat berupa obat yang diminum (oral) atau jika pasien mengalami perdarahan banyak dan harus bedrest total, obat melalui infus akan menjadi pilihan. Tindakan kuretase dilakukan apabila terjadi keguguran yang tidak lengkap atau sisa konsepsi tidak seluruhnya keluar. Nah, sisa jaringan ini harus dikeluarkan de ngan kuretase.

Tindakan ini juga bisa dilakukan pada pasien dengan kehamilan kosong, hamil tidak berkembang, dan pasien missed abortion. Setelah keguguran, dokter menyarankan Mama untuk kembali kontrol ke dokter kan dungan dalam satu minggu. Saat itu dokter akan me lakukan pemeriksaan USG untuk melihat apakah rahim telah kembali ke keadaan semula. Apabila Mama te lah mengalami menstruasi sesuai siklus awal sebelum hamil, maka Mama dapat memulai program untuk hamil kembali.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *