Di Indonesia, hidangan berkuah gurih tak pernah miskin penggemar sama halnya dengan kuliner nasi dalam box, karena selain bakso dan mi ayam, favorit lainnya adalah soto. Itulah sebabnya usaha soto terus dilirik dan diminati pelaku usaha.

Meski berasal dari hidangan tradisional yang punya resep pakem sesuai daerah asalnya, jika jeli, hidangan soto nyatanya bisa beradu kreativitas. Sentuhan kreatif membuat usaha soto bisa berkompetisi dan meroket di tengah kedai-kedai legendaris para pendahulunya dan hal ini juga tidak terlepas karena catering service Jakarta.

Siapa bilang soto yang enak dan laris dijual hanya yang klasik? Buktinya banyak para penjual soto yang memberi sentuhan tambahan, malah laris manis dan bisa Anda pesan di catering kantor Jakarta.

Jangan salah, sentuhan tambahan ini penting kalau Anda ingin membuka usaha yang sudah banyak dibuka orang. Untuk mengembangkan soto agar tampil berbeda dengan para penjual lain, tak perlu berpikir keras sebetulnya. Hanya dengan mengutakatik isi soto atau mengubah sedikit tampilannya, sudah tercipta soto menggiurkan yang bisa menarik perhatian pembeli

Soto Oseng Daging di Tanggerang

Sentuhan kecil seperti yang disebutkan di atas dialakukan oleh Ida Rosida, pemilik kedai Soto H. Mamat di Tangerang. Ia mempopulerkan sajian soto dengan cara mengoseng dagingnya sehingga soto buatannya dikenal dengan sebutan soto oseng.

Di kedai ini, Ida menawarkan jenis soto oseng yang berakar dari jenis soto betawi, namun irisan daging, kikil, dan usus sapi tidak disajikan bersama kuah, melainkan dipisah.

Sebelum disajikan daging yang sudah dimasak di dalam kaldu berbumbu soto ini, diolah kembali dengan cara ditumis di wajan terpisah. Penumisan ini dilakukan ketika pembeli memesan. Dalam tumisannya, ia memadukan irisan tomat dan cabai rawit hijau.

Terbayang sudah kesegarannya. Sebagai sentuhan terakhir Ida menaburi bawang goreng. Nah, racikan ini yang disajikan di atas piring kepada pembeli. Kuah soto disandingkan tepisah. Kuahnya tersedia dalam 2 macam pilihan, yaitu kaldu santan berwarna putih, dan kaldu bening tanpa santan. Agar lebih mantap, Ida menyediakan sambal, emping, dan acar sebagai pelengkap.

Soto dijual Rp 25 ribu per mangkuk, atau Rp 30 ribu bersama nasi. Porsinya cukup besar, lo. Bisa untuk disantap berdua. Berkat kreativitasnya ini, Ida berhasil mengembangkan kedainya hingga 6 cabang di kawasan Tangerang.

SOTO BOGOR BERBUMBU RICA-RICA

Terobosan baru penyajian soto juga bisa ditemukan di Rumah Makan Soto Rahayu di Bogor. Untuk pertama kalinya paduan rica-rica disajikan dalam versi soto kuning Bogor. Namanya soto rica-rica.

Soto ini menawarkan daging sapi yang dimasak dengan bumbu rica pedas. Dagingnya seolah tenggelam dalam timbunan cabai merah pedas. Tentu belum pantas disebut soto jika belum tampil bersama kuah. Di sini pun ditawarkan dua jenis kuah yaitu kuah yaitu kaldu bening dan kuah soto santan kuning khas Bogor yang disajikan dalam mangkuk terpisah.

Soto yang cocok bagi penggemar rasa pedas ini dibanderol Rp 30 ribu per porsi. Selain soto rica-rica, Bpk. Jalal, pengelola tempat ini juga menawarkan jenis soto lain yang bisa dipilih pembeli. Pilihannya antara lain soto oseng dan soto goreng. Soto oseng versi rumah makan yang berdiri 8 bulan lalu ini, menggunakan bumbu lebih beragam.

Tak hanya rawit hijau, namun ia menambahkan bawang bombay, daun bawang, dan kecap manis. Warnanya lebih gelap dan rasanya manis pedas akibat pemakaiankecap manis dan cabai rawit.

Sama seperti soto rica-rica, soto ini pun disajikan dengan 2 pilihan kuah, yaitu kuah santan kuning khas soto Bogor atau kuah bening. Sementara soto gorengnya ditawarkan dengan isian lebih variatif karena selain dagingnya, bagian jeroan sapi seperti kikil, dan paru bisa dipilih pembeli.

Isian soto ini punya ciri khas yaitu digoreng hingga berkulit lalu disajikan hanya bersama kuah bening. Kelezatan soto goreng dan oseng bisa ditebus dengan harga masing-masing Rp 25 ribu per porsi.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *