Menghilangkan barang bukti, pencuri itu menyembunyikan ayam di endapan lumpur. Karena didera lapar, setelah petani pergi, sang pencuri membakar ayam berlapis lumpur dalam kobaran api. Kaisar yang mengetahui kejadian tersebut mencicip ayam yang telah masak.

Terkesan oleh gurihnya, ia kemudian memasukkan jiaohuaji ke daftar menu kerajaan. Pada masa sekarang, ayam diberi bumbu, dibungkus daun teratai dan kertas sebelum dilumuri lumpur dan dibakar. Minggu sore itu Ciqikou sesak oleh pengunjung. Ratusan orang, mungkin lebih dari seribu, menyemut di pasar itu.

Para penjual berteriak menjajakan makanan. Di beberapa sudut, pengunjung berkerumun menonton makanan dibuat. Didirikan sekitar 998-1004, pada masa dinasti Song, sebuah sajak lama pernah mendeskripsikan pasar itu: ”tempat seribu orang saling menyapa pada siang hari… 10.000 lampu berkelip pada malamnya. ” PADA saat perang anti-Jepang (1937-1945), Chongqing menjadi pusat pemerintahan Chiang Kai-shek, pemimpin nasionalis Republik Cina.

Kota ini dipilih karena dianggap cukup aman dari serangan Jepang. Lokasinya yang relatif jauh dari Tokyo dan alamnya yang bergunung-gunung menyembunyikan penduduk dari serangan. ”Cuaca Chongqing yang berkabut juga menyulitkan Jepang,” kata Jiamin. Namun Chongqing tak bisa terhindar dari bombardemen musuh.

Kota porak-poranda. Penduduk yang selamat umumnya menyuruk di bunker bawah tanah. Saat ini beberapa rumah persembunyian dialihfungsikan menjadi restoran. Ditabalkan menjadi kota pahlawan, tak ada sisa perang di Chongqing. Kota raksasa itu telah bersalin rupa menjadi metropolitan yang sibuk. Ratusan pabrik tumbuh menyusul tekad Cina menjadi raksasa ekonomi dunia pada pemerintahan Deng Xiaoping.

Saat ini Chongqing merupakan pusat industri laptop dunia. Di sini diproduksi setidaknya sepertiga suplai laptop sejagat. Saban tahun 65 juta laptop diproduksi. ”Semua merek. Hewlett-Packard, Acer, dan lain-lain,” kata Jiamin. Chongqing juga merupakan pusat produksi sepeda motor Cina. Empat puluh persen dari total produksi motor Tiongkok dibikin di sini. Dari 36 pabrik, pada 2014, setidaknya 8,5 juta motor telah diproduksi. Ekonomi Chongqing melesat meninggalkan Cina secara keseluruhan.

Pada 2015, sementara pertumbuhan ekonomi Cina 6,9 persen, Chongqing melaju 11 persen. Menyadari posisinya yang jauh dari laut, Chongqing mengembangkan jalan dan jalur kereta sebagai alternatif transportasi. Di kawasan ini, seperti juga kebanyakan tempat lain di Cina, boleh dibilang tak ada jalan berlubang. Rel kereta api dibangun dari barat ke timur dan dari utara ke selatan. Chongqing memang mendeklarasikan diri sebagai daerah transit perdagangan dunia via jalur darat.

Jiamin memberi ilustrasi. Katanya, lewat laut barang yang dibawa dari Shanghai—kota di sisi laut Tiongkok Timur—ke Eropa membutuhkan waktu 40 hari. Mengambil lajur kereta lewat Chongqing hanya perlu 14 hari. ”Adapun dari sini ke Vietnam,” kata Jiamin, ”cuma dibutuhkan dua hari.” Chongqing merupakan bagian penting dari penerapan prinsip One Belt One Road.

Lewat prinsip ini, Cina ingin menjadi pusat perdagangan dunia dengan mengembangkan jalur transportasi ke barat dan selatan. Pada saat pemerintahan Xi Jinping, dikembangkan jalur transportasi ke negara-negara Eurasia dan Eropa (Barat) serta ke Asia Tenggara dan Asia Selatan hingga Afrika (Selatan). Matahari tenggelam di dermaga Sungai Yangtze. Kota bertambah ramai: muda-mudi duduk di undakundak tangga yang menjulur turun ke arah bengawan.

Beberapa orang memainkan pesawat terbang yang dikemudikan dengan remote control. Suara musik dan karaoke pinggir jalan berdentam-dentam. Berada di kota produsen gawai dunia, saya melirik iPhone dalam genggaman. Tertulis: ”Made in China”. Membantu segala urusan selama 24/7, hari itu boleh jadi saya telah membawanya pulang kampung.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *