Perjalanan ke Anambas | Permata di Tengah Samudera

Perjalanan ke Anambas | Permata di Tengah Samudera – Sebenarnya saya sudah tidak sabar untuk langsung bercerita tentang perjalanan saya ke Anambas beberapa waktu lalu, tetapi mungkin masih banyak dari para pembaca yang belum pernah mendengar atau bahkan tidak tahu apa itu Anambas. Saya akan menjelaskan sedikit mengenai Anambas agar Anda mendapatkan sedikit gambaran tentang artikel yang saya tulis ini. Kepulauan Anambas merupakan kabupaten termuda yang ada di wilayah kepulauan Riau, berdekatan dengan Natuna dan kurang lebih tepat di tengah-tengah laut antara pulau Sumatera dan Kalimantan. Walaupun penduduk setempat sering mengatakan bahwa pulau di Anambas berjumlah ribuan, tetapi secara statistik hanya tercatat 255 pulau dan hanya 26 pulau yang berpenghuni.

Tetapi mungkin saja mitos penduduk itu benar, karena jika Anda bangun subuh dan berlayar, Anda akan melihat fenomena pulau-pulau yang berlapislapis di balik kabut pagi dan hilang setelah mentari muncul. Seperti layaknya cerita-cerita mitos kelautan, banyak hal yang terjadi di lautan dan tidak kasat mata. Sebagian besar atau bisa dikatakan 98,73% wilayah nya adalah laut dan hanya 1,27% adalah daratan, tidak salah kalau Anambas dijuluki sebagai “Negeri Bahari”. Jumlah penduduknya hingga sekarang tercatat hanya 45 ribu jiwa. Saya berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma, naik pesawat baling-baling yang berkapasitas 42 orang di mana sebelum naik pesawat tidak hanya barang bawaan kita yang ditimbang, tetapi penumpangnya juga ditimbang untuk memastikan pesawat tidak kelebihan beban.

Pesawat pun terbang di ketinggian yang lebih rendah daripada pesawat boeing. Karena itu, saya dapat melihat pemandangan yang terhampar di lautan lebih dekat dari atas pesawat. Ketika sudah berada di atas kepulauan Anambas, tampak begitu banyak pulau yang berjajar sangat indah sekali. Sayangnya, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat

SALAH DI KLUB, REPOT DI PELATNAS

SEBELUM tampil di putaran final Piala Uber di Kunshan, Cina, pekan lalu, tim putri Indonesia dirundung masalah. Salah satu pemain pilarnya, Nitya Krishinda Maheswari, batal tampil. Juara Asian Games 2014 ini tak bisa bergabung dengan tim lantaran dibekap cedera. Status kapten tim pun berpindah ke Greysia Polii, pasangan ganda Nitya.

Posisi Nitya diisi Tiara Rosalia Indah. Cedera adalah hal lumrah dalam dunia olahraga. Kelelahan biasanya menjadi penyebab utama. Itu pula yang dialami Nitya. Ia, bersama Greysia, harus berjibaku selama 2 jam 40 menit—hampir tiga kali waktu pertandingan normal—melawan pemain Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao, di semifinal Kejuaraan Bulu Tangkis Asia pada akhir bulan lalu.

Lantaran terlalu diforsir, cedera lutut Nitya kambuh. Soal cedera pemain kini mendapat sorotan tajam dari Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI). Apalagi cedera itu umumnya diakibatkan oleh salah pembinaan pada usia dini di tingkat klub. Pola pelatihan yang tak seragam menjadi pemicu, selain standar pengetahuan para pelatih yang masih timpang dan perhatian klub yang minim.

”Masih ada beberapa atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang secara fisik tak memadai,” kata koordinator tim pelatih fisik pelatnas PP PBSI, Felix Ari Bayu Marta, Jumat dua pekan lalu. ”Akibatnya, begitu mereka masuk pelatnas, kami harus membenahi fisiknya lebih dulu.” Felix enggan menyebut siapa saja atlet itu dengan alasan etik.

Contoh kondisi fisik yang buruk terkait dengan daya tahan aerobik atau kemampuan dalam melakukan aktivitas secara terusmenerus tanpa lelah. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa baik kemampuan jantung dan paru-paru memompa oksigen dan darah ke jaringan otot. Kemampuan ini biasa diukur dengan nilai VO2 Max—jumlah maksimal oksigen yang bisa diserap dan digunakan tubuh selama satu menit.

Menurut Felix, ada beberapa atlet yang ketika pertama kali masuk pelatnas belum memenuhi standar minimal VO2 Max yang ditetapkan, yaitu 55-60 mililiter per kilogram berat badan per menit. Felix menduga penyebab utamanya adalah program latihan yang kurang tepat ketika mereka masih berada di klub. Padahal justru pada saat itulah mereka berada di usia pembentukan optimal, yakni 9-18 tahun. Dalam sistem pembinaan bulu tangkis di

Website : kota-bunga.net

Musim Berbahaya Sedang Datang Kembali Sekarang

Menghilangkan barang bukti, pencuri itu menyembunyikan ayam di endapan lumpur. Karena didera lapar, setelah petani pergi, sang pencuri membakar ayam berlapis lumpur dalam kobaran api. Kaisar yang mengetahui kejadian tersebut mencicip ayam yang telah masak.

Terkesan oleh gurihnya, ia kemudian memasukkan jiaohuaji ke daftar menu kerajaan. Pada masa sekarang, ayam diberi bumbu, dibungkus daun teratai dan kertas sebelum dilumuri lumpur dan dibakar. Minggu sore itu Ciqikou sesak oleh pengunjung. Ratusan orang, mungkin lebih dari seribu, menyemut di pasar itu.

Para penjual berteriak menjajakan makanan. Di beberapa sudut, pengunjung berkerumun menonton makanan dibuat. Didirikan sekitar 998-1004, pada masa dinasti Song, sebuah sajak lama pernah mendeskripsikan pasar itu: ”tempat seribu orang saling menyapa pada siang hari… 10.000 lampu berkelip pada malamnya. ” PADA saat perang anti-Jepang (1937-1945), Chongqing menjadi pusat pemerintahan Chiang Kai-shek, pemimpin nasionalis Republik Cina.

Kota ini dipilih karena dianggap cukup aman dari serangan Jepang. Lokasinya yang relatif jauh dari Tokyo dan alamnya yang bergunung-gunung menyembunyikan penduduk dari serangan. ”Cuaca Chongqing yang berkabut juga menyulitkan Jepang,” kata Jiamin. Namun Chongqing tak bisa terhindar dari bombardemen musuh.

Kota porak-poranda. Penduduk yang selamat umumnya menyuruk di bunker bawah tanah. Saat ini beberapa rumah persembunyian dialihfungsikan menjadi restoran. Ditabalkan menjadi kota pahlawan, tak ada sisa perang di Chongqing. Kota raksasa itu telah bersalin rupa menjadi metropolitan yang sibuk. Ratusan pabrik tumbuh menyusul tekad Cina menjadi raksasa ekonomi dunia pada pemerintahan Deng Xiaoping.

Saat ini Chongqing merupakan pusat industri laptop dunia. Di sini diproduksi setidaknya sepertiga suplai laptop sejagat. Saban tahun 65 juta laptop diproduksi. ”Semua merek. Hewlett-Packard, Acer, dan lain-lain,” kata Jiamin. Chongqing juga merupakan pusat produksi sepeda motor Cina. Empat puluh persen dari total produksi motor Tiongkok dibikin di sini. Dari 36 pabrik, pada 2014, setidaknya 8,5 juta motor telah diproduksi. Ekonomi Chongqing melesat meninggalkan Cina secara keseluruhan.

Pada 2015, sementara pertumbuhan ekonomi Cina 6,9 persen, Chongqing melaju 11 persen. Menyadari posisinya yang jauh dari laut, Chongqing mengembangkan jalan dan jalur kereta sebagai alternatif transportasi. Di kawasan ini, seperti juga kebanyakan tempat lain di Cina, boleh dibilang tak ada jalan berlubang. Rel kereta api dibangun dari barat ke timur dan dari utara ke selatan. Chongqing memang mendeklarasikan diri sebagai daerah transit perdagangan dunia via jalur darat.

Jiamin memberi ilustrasi. Katanya, lewat laut barang yang dibawa dari Shanghai—kota di sisi laut Tiongkok Timur—ke Eropa membutuhkan waktu 40 hari. Mengambil lajur kereta lewat Chongqing hanya perlu 14 hari. ”Adapun dari sini ke Vietnam,” kata Jiamin, ”cuma dibutuhkan dua hari.” Chongqing merupakan bagian penting dari penerapan prinsip One Belt One Road.

Lewat prinsip ini, Cina ingin menjadi pusat perdagangan dunia dengan mengembangkan jalur transportasi ke barat dan selatan. Pada saat pemerintahan Xi Jinping, dikembangkan jalur transportasi ke negara-negara Eurasia dan Eropa (Barat) serta ke Asia Tenggara dan Asia Selatan hingga Afrika (Selatan). Matahari tenggelam di dermaga Sungai Yangtze. Kota bertambah ramai: muda-mudi duduk di undakundak tangga yang menjulur turun ke arah bengawan.

Beberapa orang memainkan pesawat terbang yang dikemudikan dengan remote control. Suara musik dan karaoke pinggir jalan berdentam-dentam. Berada di kota produsen gawai dunia, saya melirik iPhone dalam genggaman. Tertulis: ”Made in China”. Membantu segala urusan selama 24/7, hari itu boleh jadi saya telah membawanya pulang kampung.

Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 5

Apalagi kondisi geologi Bandung yang tersusun dari tanah lunak bisa meningkatkan amplifkasi atau besaran gempa. Kondisi seperti ini pernah menimpa Yogyakarta pada 2006. Pergerakan Sesar Opak pada saat itu memicu gempa dengan magnitudo 5,9 dan menghancurkan banyak bangunan serta menewaskan lebih dari 6.000 jiwa. Riset tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung menunjukkan amplifkasi gempa di kawasan Cekungan Bandung tergolong tinggi.

Guncangan gempa bisa membesar empatenam kali lipat. ”Karena tanahnya lunak bekas endapan danau purba,” kata Kepala Subbidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Wilayah Barat PVMBG Sri Hidayati. Tim riset Institut Teknologi Bandung sudah mengkalkulasi risiko ekonomi jika Sesar Lembang bergeser. Perhitungan didasarkan pada kerentanan bangunan. Ada kurang-lebih 2,5 juta rumah di Kota Bandung berpotensi rusak—500 ribu di antaranya akan hancur—jika terjadi gempa.

”Dengan biaya membangun rumah sekitar Rp 6 juta per meter, kita bisa rugi Rp 51 triliun,” ujar Rahma Hanifa, anggota tim riset ITB. Hitungan itu baru mencakup Kota Bandung. Padahal daerah yang terkena dampak meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. Di daerah itu banyak rumah dan bangunan dibuat tanpa perhitungan tahan gempa. ”Termasuk gedung kantor LIPI ini,” kata Danny Hilman.

Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 4

Segmentasi Sesar Lembang sulit dipetakan secara rinci. Dari citra satelit segmentasi terlihat bervariasi dengan panjang ratusan meter hingga beberapa kilometer. Terbagi dalam beberapa segmen, kekuatan sesar bisa menyatu ketika gempa besar. ”Istilahnya gempa maksimum. Tapi tidak berarti akan selalu maksimum,” tutur Danny. Dalam kasus gerak patahan normal atau menurun, wilayah lereng bagian utara paling berpotensi rusak parah.

Kawasan ini banyak dihuni penduduk. Tempat berbahaya lain berada di atas jalur sesar dan sekitar tebing patahan. Bangunan yang dirancang tahan gempa sekalipun bisa tercabik gerakan sesar. Namun kawasan yang seharusnya dikosongkan itu justru menjadi lokasi permukiman penduduk dan lembaga pemerintah. Bangunan seperti rumah sakit atau sekolah tak boleh berdiri di kawasan jalur sesar. Di Selandia Baru dan Amerika Serikat, berlaku bu?er zone sejauh 20 meter dari sesar.

Sedangkan Indonesia tak mengenal konsep zona penyangga ataupun pentingnya membangun rumah tahan gempa. ”Masyarakat berhak tahu. Pemerintah harus menginformasikannya,” kata Danny. Wilayah Cekungan Bandung juga terancam. Jika muncul gempa besar dengan kekuatan seperti yang terjadi di Pidie Jaya, Aceh, awal Desember lalu, kerusakan di Cekungan Bandung bisa lebih parah dan masif. Kota Bandung tidak aman dari gempa jika Sesar Lembang bergerak. ”Berdampak serius pada infrastruktur dan korban tewas bisa ribuan orang,” ujar Irwan Meilano. Rumah dan bangunan di kawasan Bandung Raya rentan rusak dihantam gempa.

Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 3

Dua ribu tahun lalu diperkirakan sesar bergeser hingga 1,5 meter akibat gempa dengan magnitudo 6,8. ”Sekitar 500 tahun lalu bergeser kira-kira 90 sentimeter,” ucap Eko. Kala itu gempa diperkirakan terjadi dengan magnitudo 6,6. Sesar Lembang juga pernah memicu gempa lima tahun lalu di daerah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Gempa dengan magnitudo 3,3 itu membuat wilayah lereng menurun dan merusak sembilan rumah yang ternyata didirikan di atas bekas endapan material patahan yang labil. Hasil studi Irwan Meilano, pengajar dari Teknik Geodesi Institut Teknologi Bandung, juga menunjukkan adanya pergerakan sesar yang bergeser ke kiri.

Hasil pemantauan dari 20 alat pengamatan dengan Global Positioning System (GPS) di jalur sesar menunjukkan laju pergerakan 3-6 milimeter per tahun. ”Itu pergerakan saat tenaga sesar berkumpul menjadi gempa di masa depan,” ujarnya. Sesar Lembang bergerak akibat adanya dorongan lempeng Indo-Australia di sebelah selatan. Dorongan itu tertahan lempeng Eurasia di bagian utara.

Saat tak kuat menahan desakan itu, Sesar Lembang bisa patah dan melenting, lalu memicu gempa. Ini yang dikhawatirkan oleh sejumlah ilmuwan. Hanya, kapan terjadinya, tak ada yang tahu pasti. Danny Hilman Natawidjaja, ahli kegempaan dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, mengestimasi guncangan Sesar Lembang memiliki magnitudo 6,5-7. Masalahnya, belum ada yang bisa memastikan Sesar Lembang sepanjang 29 kilometer bakal bergerak serempak atau per segmen.

Ancaman Sesar Di Jantung Bandung Bagian 2

Dengan peta itu, Mudrik memeriksa kondisi lapangan untuk mengetahui aktivitas Sesar Lembang. ”Bukti sesar itu aktif, ada pergeseran sungai, ada pergeseran morfologi, dan dinding terjal sesar,” katanya di acara Rembug Lini (Gempa) di Tatar Bandung, di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, dua pekan lalu.

Morfologi sesar yang dapat teramati dengan jelas adalah kelurusan lembah, gawir atau dinding terjal sesar, bukit tergeser, sungai terpancung, dan pergeseran sungai. Mudrik lantas membagi Sesar Lembang menjadi enam segmen, yaitu Cimeta, Cipogor, Cihideung, Gunung Batu, Cikapundung, dan Batu Lonceng. Di wilayah itu, kecepatan geser geologi sesar berkisar 3,5-5 milimeter per tahun. Awalnya Mudrik tak yakin Sesar Lembang aktif.

Namun bukti di lapangan menjungkalkan perkiraannya. Sejumlah sungai, seperti Cibeureum, Cihideung, Cipaganti, dan Cisungapan, ternyata terpotong jalur sesar. ”Sungai di sekitar jalur Sesar Lembang ada yang tergeser ke kiri. Itu menunjukkan sesar geser sinistral atau geser kiri,” ujarnya. Eko Yulianto, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Bandung, juga tertarik meneliti Sesar Lembang.

Eko lantas membuat parit di belakang perumahan Graha Puspa di dekat belokan Jalan Sersan Bajuri, Cihideung. Panjangnya 10 meter. ”Di sana ada apartemen yang tepat berdiri di jalur sesar,” kata Eko. Ada empat jejak gempa di galian itu, dua di antaranya menunjukkan pergeseran sesar secara vertikal.

Ancaman Sesar Di Jantung Bandung

JEJAK patahan bumi tergambar jelas di Gunung Batu, Lembang, Jawa Barat. Kontur tebingnya mirip dinding besar yang mencu at tegak dan kokoh. Sesar Lembang begitu patahan ini dikenal membujur dari timur ke barat sepanjang 29 kilometer. Sempat dianggap pasif, patahan yang terentang dari jalan tol Padalarang hingga kawasan barat di Gunung Manglayang ini menyimpan potensi ancaman serius bagi kawasan Lembang dan Cekungan Bandung, yang dihuni sekitar 3 juta jiwa.

Sesar dalam bahasa Inggris disebut fault merupakan retakan di kerak bumi yang mengalami pergeseran atau pergerakan. Dikenal tiga jenis sesar: sesar normal (normal fault), sesar naik (reverse fault), dan sesar geser mendatar (strike-slip fault). Sesar dinyatakan aktif jika ada pergerakan dalam kurun 10 ribu tahun. Dalam sejarah kegempaan, pernah terjadi empat kali gempa di Sesar Lembang, yakni 2.000 tahun lalu, 500 tahun silam, 13 tahun lalu pada 11 Juli 2003, dan terakhir pada 22 Juli 2011.

Untuk dua gempa terakhir, kekuatannya relatif kecil, yakni magnitudo 4,2 dan 3,4. Untuk membuktikan Sesar Lembang tergolong aktif, Mudrik Rahmawan Daryono, peneliti di Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bandung, pernah memetakan patahan ini. Ia memakai Light Detecting and Ranging (LiDAR) dengan resolusi atau kedekatan jarak pencitraan 90 sentimeter dan Interroferrometry Scanning and Interoferometric Resolution Synthetic Aperture Radar (IFSAR) empat meter.

Fokus dalam Desain

Desain, desain dan desain, demikian kata-kata yang sering terlontar dari petinggi OPPP saat menjabar kan smartphone terbarunya, N3 dan R5, dalam acara peluncuran kedua smartphone tersebut di Mari na Bay Sands, Singapura, Rabu (29/10) lalu. “Kami percaya bahwa dengan menciptakan produk yang memiliki desain yang bagus dan menarik, orang akan tertarik untuk membeli produk tersebut,” kata Sky Li, General Manager OPPO pun teringat mendiang Steve Jobs, bos Apple pertama, saat aktif mengembangkan produk Apple.

Baca juga : harga iphone

Bagaimana dia begitu fokus dalam menerapkan desain yang bagus pada perangkatnya tersebut. Bisa jadi petinggi OPPO menyerap filosofi Steve Jobs untuk diterapkan pada produknya. Tak ada salahnya. Dan rasanya perlu bagi setiap pengembang produk untuk peduli pada faktor desain. Kombinasi desain dengan tampilan modern dan inovasi diusung oleh OPPO pada produk-produknya termasuk N3 dan R5 ini.

Bahkan demi mencapai misi tersebut OPPO merekrut banyak karyawan muda yang memiliki kreativitas dan inovasi tinggi. “Dengan cara merekrut banyak karyawan yang muda, OPPO berusaha untuk membuat produk yang mencampurkan nuansa elegan dengan tampilan lebih stylish yang terwujud dari semangat muda,” ujar Sky Li. Dia pun memperkenalkan beberapa karyawan mudanya dalam sesi wawancara. Memanjakan pencinta selfie Keunggulan yang ditawarkan oleh OPPO N3 ini terletak pada kamera putarnya (smart rotation camera).

Anda cukup menggesar pada layar dan kamera pun dapat bergerak 206 derajat. Feature ini menjadi kabar gembira bagi mereka yang gemar berselfie-ria. Apalagi kemampuan kameranya sudah mencapai 16 megapiksel yang akan memberikan hasil foto lebih detail. Di samping itu untuk meningkatkan fasilitas kameranya OPPO menyertakan juga feature free-stop dan multiangle shooting.

OPPO N3 yang memiliki layar 5.5 inci dan RAM sebesar 2G menyematkan prosesor Quallcom Snapdragon 801 dengan CPU Quad-core 2.3 GHz Krait 400. Smartphone ini pun dilengkapi dengan charger mini VOOC yang diklaim dapat memberikan kecepatan charging 75 persern hanya dalam waktu 30 menit. OPPO N3 yang dibanderol US$ 649 rencananya akan beredar di pasar Indonesia akhir Desember. Tertipis Smartphone kedua yang dirilis OPPO adalah R5.

Dengan ketebalan 4.85mm OPPO mengklaim bahwa smartphone tersebut merupakan yang tertipis di dunia. “Kami memakai teknik manufaktur pemotongan terbaik untuk membuat smartphone yang nyaman pada genggaman tangan. Frame-nya ditempa hingga sembilan kali, setelah itu proses finishing-nya dilakukan dengan sentuhan tangan untuk memberikan efek kemilau yang sempurna dan emosi,” kata Sky Li, General Manager OPPO.

R5 yang dilengkapi dengan octa-core Qualcomm MSM8939 dan layar AMOLED 5.2 inci dipatok dengan harga US$ 499 dan rencananya akan beredar di tanah air pada akhir November. Dalam wawancara tersingkap rencana bahwa OPPO akan membangun pabriknya di Indonesia. Potensi pasar yang demikian besar dan terus berkembang menjadi alasan OPPO mendirikan pabriknya di tanah air.

Disarankan Dcc

sat-jakarta.com – Cerita Bhara Mariska (35) agak berbeda. Karyawati ini awalnya tertarik untuk melakukan persalinan lotus. “Namun setelah saya berkonsultasi pada dokter ternyata dokter tidak mendukung. Menurut dokter, lotus birth dapat meningkatkan risiko infeksi pada bayi, apalagi plasenta kan jaringan terbuka yang sa ngat rentan terkena infeksi.” Mariska pun mencari se cond opinion pada seorang bidan. Ternyata pendapat sang bidan senada dengan dokter. Intinya persalin an lotus dapat berisiko.

Baca juga : kursus IELTS terbaik di Jakarta

Pada saat itulah, sang bidan memberikan informasi mengenai Delayed Cord Clamping (DCC). Tali pusat yang biasanya langsung dipotong begitu bayi dilahirkan, pada teknik DCC, tidak langsung dipotong. ”Setelah me ngetahui hal itu dan mendapat restu suami, de ngan mantap saya memi lih water birth dengan DCC.” Di hari H karena tidak berhasil menemukan rumah sakit dan klinik bersalin yang dapat memfasilitasi water birth, akhir nya Mariska memutuskan bersalin di rumah. “Sebe lumnya saya konsultasi de ngan bidan berpengalam an yang siap menolong persalinan di rumah.”

Sayang, cita-cita water birth tidak kesampaian. Karena sewaktu menyiapkan air mineral untuk kolam yang sudah disiapkan, si bayi keburu lahir padahal bidan belum tiba. “Jadi proses persalinan anakku, Mahadevi Sarasvati, hanya dibantu suami. Untung suamiku rajin baca dan sigap, sehingga walau belum pengalaman bisa diandalkan. Buktinya setelah si kecil lahir, dia langsung meletakkannya di dadaku, saat plasenta keluar langsung dibungkusnya.”

Baru, lanjutnya, setelah bidan tiba, si kecil dimandikan. Setelah 6 jam kemudian, tali pusat yang meng hubungkan plasenta dan bayi dipotong dengan cara dibakar oleh bidan. Plasenta yang telah dipisahkan dari bayi, lanjut Mariska, dibawa oleh bidan ke rumahnya untuk diproses menjadi kapsul dengan cara dimasak terlebih dahulu.

“Memang untuk hal satu ini belum familiar dan belum ada penelitian ilmiahnya. Tapi dari bukti yang saya rasakan sendiri, setelah mengonsumsi pil plasenta setiap hari, badan ini menjadi segar. Walau begadang karena mengurus si kecil, siang harinya saya tetap fit, tidak mengantuk, tidak lemas. Saya juga tidak menga lami anemia, seperti saat menyusui anak pertama. Bahkan HB saya normal, begitu juga dengan tekanan darah.”

Siap Antisipasi Risiko

Penundaan pemotongan tali pusat bayi (DCC) pun dilakukan drg. Vegi Eridani (34). “DCC ini sudah diakui dan di sarankan oleh WHO, jadi pada anak pertama saya melakukan DCC,” ujar Vegi. Sementara untuk anak kedua yang tengah dikandungnya, ia mantap memilih lotus birth. “Soal risiko, semua tindakan medis pasti ada risiko nya,” papar Vegi yang sekarang ini tengah menghitung hari untuk melakukan persalinan lotus birth.

Masih menurut Vegi, sebelum menjalakan lotus birth, setiap ibu perlu melakukan persiapan, termasuk persiapan mental, siap akan risiko, dan siap mencegah supaya risiko tidak terjadi. Ibu juga perlu tahu apa yang harus diperbuat bilamana hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.