Transcend DrivePro 200

Ketika mendengar merek Transcend yang terlintas adalah kartu memori atau flashdisk untuk menyimpan data-data. Namun Transcend Drivepro 200 memberi bukti bahwa produsen ini juga mempunyai produk kamera perekam untuk mobil. Ukurannya tergolong mini dengan berat hanya 84 gram. Layar monitor di balik bodinya berukuran 2,4 inci LCD. Meski ukurannya kecil, tapi kualitas rekamnya mampu mencapai full HD dengan resolusi 1.920 x 1.080 piksel dengan 30 fps.

Transcend juga menyediakan pilihan format lebih ringan yakni HD dengan resolusi 1.280 x 720 piksel. Soal media penyimpanan, Transcend menyediakan Micro SD card dengan batas maksimal kapasitas 32 GB dan minimal Class 6. Hasil pengambilan gambarnya jernih dan tidak backlight ketika berhadapan dengan cahaya matahari.

Sementara untuk perekaman pada malam hari juga baik. Rambu-rambu lalu lintas, marka jalan dan mobil lainnya terlihat jelas. Ini berkat diafragma yang lebar yakni 2.0, sehingga bisa merekam dengan cahaya minim. Belum lagi teknologi sensor CMOS dengan besar 3 MP yang cukup untuk membantu perekaman ketika minim cahaya.

Tempat Bersarang Kuman di Rumah

Ruang Keluarga

Sebagai tempat berkumpul, ruang ini digunakan oleh semua anggota keluarga baik yang masih balita, anak-anak, sampai dewasa, dan manula. Suasana santai seringkali membuat penggunanya duduk lesehan di bawah, membawa berbagai camilan dan makanan, serta beberapa gadget. Jangan lupa membersihkan alat kebersihan Anda sehabis digunakan. Untuk pengepel lantai, bersihkan dengan desinfektan dan keringkan, simpan dalam posisi terbalik agar tak lembap. Untuk vacuum cleaner, langsung dibuka, dan lap debu-debu yang menempel di saringannya.

Baca juga : Jual Genset Bali

Kamar Mandi

Kamar Mandi Ruang yang sangat dekat berhubungan dengan air, penyebab lembap yang sangat disukai kuman. Tempat membersihkan badan yang justru seringkali dilupakan untuk dibersihkan. Pisahkan kamar mandi dengan tempat penyimpanan alat-alat kebersihan. Kondisi yang lembap dapat mengundang kuman berkembangbiak dan dapat menjadi perantara tersebarnya kuman ke seluruh bagian rumah. Selalu simpan barang kebersihan dalam keadaan kering.

Dapur

Nadi kehidupan keluarga adalah ruang ini. Di sinilah makanan dan minuman bagi anggota keluarga disiapkan dan dibuat. Menjadi tempat “parkir” beberapa bahan makanan yang berasal dari luar rumah, membuat tempat ini rentan kuman. Ada pula tempat membersihkan kotoran (piring dan alat masak) dan sisa makanan yang berpotensi menyebarkan kuman.Langsung bersihkan setiap habis digunakan. Jangan menumpuk kotoran (piring, sisa makanan, sampah). Jangan biarkan basah dan lembap. Usahakan setiap sesuatunya dalam keadaan yang kering, karena tempat yang lembap atau basah sangat disukai oleh kuman untuk berkembang. Rendam busa pencuci piring dengan larutan desinfektan, keringkan, dan simpan dalam tempat yang tidak lembap.

Permukaan yang Disentuh

Beberapa bagian dan elemen rumah sangat sering bersentuhan langsung dengan kulit kita. Barang barang ini sangat mungkin menjadi sarana penyebaran kuman. • handle pintu. •               mainan. • telepon dan telepon genggam. •          keyboard komputer. Selain rutin membersihkan bagian-bagian ini, rajinlah mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan alat-alat ini.

Tentang Desinfektan

Tindakan pembersihan tak hanya sekadar untuk membersihkan, namun juga harus membunuh kuman. Karenanya, penggunaan desinfektan sangat diperlukan. Desinfektan adalah produk yang dapat membunuh kuman (bakteri berbahaya, virus, dan jamur). Sebuah produk pembersih yang mengandung desinfektan akan mencantumkan dalam kemasannya keterangan “membunuh bakteri/ kuman”. Penggunaan desinfektan harus sesuai dosis yang ditentukan. Pengurangan dosis menyebabkan kuman tak bisa berkembang biak, namun kuman tidak mati. Permukaan kering cenderung tetap higienis setelah diberi desinfektan, selama belum terkontaminasi . Permukaan lembap atau basah, kuman yang tertinggal dapat berkembang biak dalam beberapa jam.

Tentukan Jenis Tanaman

Walaupun disebutkan tanaman adalah pilihan yang paling tepat, bukan berarti semua tanaman bisa digunakan. Pilihlah tanaman yang daunnya cukup lebat dengan tinggi sejajar dengan jendela, sekitar 90cm dan 18 cm (untuk jendela di lantai 1).

Kalau di lantai atas juga ada jendela, Anda bisa mengombinasikan 2 jenis tanaman; yang rendah dan tanaman yang sangat tinggi. Dengan tanaman yang memiliki tinggi kurang dari 90 cm contohnya semak-semak, sehingga angin tidak dapat terblokir. Sedangkan pohon yang daunnya jarang-jarang juga tidak bisa berfungsi optimal, karena sela-sela antar-daun bisa meloloskan angin.

Penempatannya juga tak bisa seenaknya, karena kalau salah malah bisa menghambat aliran udara. Sebaiknya untuk yang menjadi pembelok cuma ditempatkan pada salah satu sisi.

Secondary SKIN Meredam Panas, Mengalirkan Udara

Ibarat baju yang merupakan kulit kedua pada manusia, secondary skin berfungsi untuk meredam pengaruh cuaca ekstrem yang mengenai bangunan rumah, sehingga suhu dalam rumah lebih sejuk. Paparan cahaya matahari langsung ke dalam rumah merupakan faktor utama yang membuat rumah terasa panas.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Terlebih jika rumah menghadap barat. Sinar matahari sore yang masuk ke rumah menyebabkan ruangan, terutama yang terletak di sisi barat, akan terasa lebih panas dibanding ruangan lain. Karena tidak punya pilihan, banyak orang membuat solusi simpel. Memasang AC atau menambah tirai, entah bambu atau bahkan tirai kain tebal di jendela.

Padahal itu bukan satu-satunya solusi. Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis menawarkan solusi lain, yaitu memasang secondary skin dan menambah ventilasi pada bagian dinding. Menurut Ren, kedua solusi tersebut bisa dilakukan tanpa mengubah konstruksi rumah. Kalaupun ada perombakan bangunan, hanya renovasi kecil. Ini bisa dilakukan pada rumah yang sudah dibangun. Inilah penjelasannya.

Menambah Kulit Kedua

Konsep “secondary skin” atau dinding rumah lapis kedua diambil dari gambaran kulit manusia dan pakaiannya. Bila kondisi di luar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Akan tetapi, manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Demikian pula halnya bangunan.

Jika “kulit” bangunan satu lapis saja tidak cukup untuk mengatasi dampak iklim, bisa disiasati dengan menambah “kulit kedua”. Prinsip kerjanya adalah meredam sengatan matahari langsung masuk ke dalam rumah, sehingga udara di dalam rumah terasa lebih sejuk. Menurut Ren, secondary skin pada bangunan bisa berupa kerai yang dipasang di depan jendela, kisi-kisi pada fasad, dan menanam tanaman. Penanaman tanaman bisa diletakkan di depan rumah atau merambatkan tanaman di dinding.

Sebelum memasang secondary skin, perlu diperhatikan hal berikut ini. 1. Arah hadap rumah. Bila menghadap barat, maka secondary skin perlu menjadi prioritas. Karena sinar matahari sore memiliki intensitas lebih tinggi. 2. Situasi di sekitar rumah. Apakah bayangan dari bangunan tetangga atau rimbunnya tanaman di halaman sudah cukup membuat bayangan yang melindungi rumah Anda? 3. Jarak antara jendela dengan secondary skin, agar ada ruang untuk membuka-tutup jendela. Umumnya 40-100cm. 4. Bila material secondary skin direncanakan untuk memiliki kemiringan, pertimbangkan dengan arah sudut pandangan ke jalan.