Pemerintah Suriah Menguasai Kembali Aleppo

EMPAT tahun lalu, Aleppo sudah menjadi Kurusetra. Di Rumah Sakit Dar al-Shifaa, pertengahan November 2012, saya melihat petugas kerap menyerok, bukan sekadar mengepel, genangan darah di lantai. Bukan hanya gerilyawan, banyak pula penduduk sipil terluka atau mati. Dokter Osman Hajj mengatakan, sejak perang dimulai di Aleppo, waktu istirahatnya jauh berkurang. Pasien datang seperti tanpa jeda. ”Beberapa hari lalu, pesawat pemerintah mengebom rumah sakit ini,” ujarnya.

Bangunan rumah sakit itu memang tak lagi utuh. Dari luar, sebagian kacanya terlihat pecah dan temboknya sempal, mirip dengan bangunan lain di sekitarnya. Pada akhir November, setelah saya kembali ke Indonesia, rumah sakit itu kembali diserang dari langit. Situs Gettyimages menampilkan bangunan di sebelahnya telah rata tanah. Sedangkan Dar al-Shifaa seperti menunggu waktu mengambrukkannya. Bukan hanya rumah sakit yang dihancurkan.

Sebagian kawasan industri Sheikh Najjar porak-poranda. Bahkan masjid-masjid indah dengan menara megahnya tak luput dari kehancuran. Termasuk berbagai bangunan lawas warisan masa lalu. Souq al-Madina di kawasan kota tua Aleppo salah satunya. Pasar yang menjadi bagian dari Jalur Sutra—mempertemukan Timur dan Barat—itu akhirnya menjadi salah satu medan pertempuran utama di Aleppo. Walhasil, wajah Souq al-Madina tak lagi cantik. Di berbagai penjuru, reruntuhan dibiarkan begitu saja. Abu sisa bangunan yang terbakar juga menumpuk dan menutupi lantai berbatu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *