Perjalanan ke Anambas | Permata di Tengah Samudera

Perjalanan ke Anambas | Permata di Tengah Samudera – Sebenarnya saya sudah tidak sabar untuk langsung bercerita tentang perjalanan saya ke Anambas beberapa waktu lalu, tetapi mungkin masih banyak dari para pembaca yang belum pernah mendengar atau bahkan tidak tahu apa itu Anambas. Saya akan menjelaskan sedikit mengenai Anambas agar Anda mendapatkan sedikit gambaran tentang artikel yang saya tulis ini. Kepulauan Anambas merupakan kabupaten termuda yang ada di wilayah kepulauan Riau, berdekatan dengan Natuna dan kurang lebih tepat di tengah-tengah laut antara pulau Sumatera dan Kalimantan. Walaupun penduduk setempat sering mengatakan bahwa pulau di Anambas berjumlah ribuan, tetapi secara statistik hanya tercatat 255 pulau dan hanya 26 pulau yang berpenghuni.

Tetapi mungkin saja mitos penduduk itu benar, karena jika Anda bangun subuh dan berlayar, Anda akan melihat fenomena pulau-pulau yang berlapislapis di balik kabut pagi dan hilang setelah mentari muncul. Seperti layaknya cerita-cerita mitos kelautan, banyak hal yang terjadi di lautan dan tidak kasat mata. Sebagian besar atau bisa dikatakan 98,73% wilayah nya adalah laut dan hanya 1,27% adalah daratan, tidak salah kalau Anambas dijuluki sebagai “Negeri Bahari”. Jumlah penduduknya hingga sekarang tercatat hanya 45 ribu jiwa. Saya berangkat dari bandara Halim Perdana Kusuma, naik pesawat baling-baling yang berkapasitas 42 orang di mana sebelum naik pesawat tidak hanya barang bawaan kita yang ditimbang, tetapi penumpangnya juga ditimbang untuk memastikan pesawat tidak kelebihan beban.

Pesawat pun terbang di ketinggian yang lebih rendah daripada pesawat boeing. Karena itu, saya dapat melihat pemandangan yang terhampar di lautan lebih dekat dari atas pesawat. Ketika sudah berada di atas kepulauan Anambas, tampak begitu banyak pulau yang berjajar sangat indah sekali. Sayangnya, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *