Mama ingin berpuasa tetapi bingung karena sedang dalam masa menyusui? Ini ada penjelasan dari ahlinya, Mam.

SECARA MEDIK, IBU MENYUSUI SEBAIKNYA BERPUASA ATAU TIDAK? Menjadi ibu menyusui bukan halangan untuk tetap berpuasa. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap ibu menyusui dan puasa diketahui, puasa yang dilakukan dalam periode singkat serta ada masa dicukupi cairan dan nutrisinya pada saat sahur dan berbuka, tidak memengaruhi produksi ASI dan tidak mengganggu pertumbuhan bayi.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Hal ini disebabkan ASI dibentuk dari zat-zat yang didapat dari tubuh ibu, bahkan walaupun ibu berstatus gizi buruk seperti kondisi marasmus, komposisi ASI tetap lengkap de ngan kondisi lemak yang sedikit berkurang. Prinsip produksi ASI mengikuti irama Supply Meet Demand?semakin sering dikeluarkan, semakin banyak diproduksi? menunjukkan bahwa produksi ASI tidak dipengaruhi oleh berapa banyak asupan yang masuk, kecuali pada kondisi ekstrem, seperti dehidrasi berat atau puasa lama tanpa sahur dan berbuka. Namun, perlu diingat jika tubuh Mama terasa lemas atau haus luar biasa saat berpuasa, sebaiknya berbukalah. Dengarkan tubuh kita ya, Mam!

KONDISI APA YANG MENYEBABKAN DIANJURKAN BERPUASA ATAU TIDAK? Ibu menyusui yang yakin sanggup dan mampu, silakan berpuasa. Jika di tengah berpuasa terasa lemas atau haus luar biasa, silakan berbuka. Kuncinya: dengarkan kebutuhan tubuh kita. Jadi, tidak ada kondisi khusus pada ibu menyusui berkaitan dengan puasa.

IBU YANG MASIH MENYUSUI EKSKLUSIF (USIA BAYI KURANG Penulis: dr. Gita Tiara P. Konselor laktasi di RS Meilia Cibubur DARI 6 BULAN) BOLEHKAH BERPUASA? Boleh, jika sanggup. Ingat kuncinya, dengarkan kebutuhan tubuh. Jika tidak sanggup, silakan berbuka; jika sanggup, silakan dilanjutkan.

JIKA MEMILIH BERPUASA, APA SAJA YANG PERLU DIPERHATIKAN AGAR PRODUKSI ASI TETAP LANCAR? Agar berpuasa tetap lancar dan menyusui tetap nyaman, pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi terpenuhi. Sebelum memasuki waktu puasa, tubuh harus terhidrasi baik, cukupi cairannya dengan konsumsi cairan sesuai kebutuhan tubuh. Saat sahur, pastikan konsumsi makanan dengan gizi lengkap dan cairan yang cukup atau sekitar 2 gelas air. Kemudian, saat berbuka konsumsi makanan bergizi lengkap dan 2 gelas air putih. Setelah salat Tarawih, kembali konsumsi makanan bergizi lengkap plus 4 gelas air hingga menjelang tidur. Jadi, makan tetap dilakukan tiga kali sehari, ditambah 8 gelas air putih.

Sumber : pascal-edu.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *