Ibarat baju yang merupakan kulit kedua pada manusia, secondary skin berfungsi untuk meredam pengaruh cuaca ekstrem yang mengenai bangunan rumah, sehingga suhu dalam rumah lebih sejuk. Paparan cahaya matahari langsung ke dalam rumah merupakan faktor utama yang membuat rumah terasa panas.

Baca juga : Jual Genset Jakarta

Terlebih jika rumah menghadap barat. Sinar matahari sore yang masuk ke rumah menyebabkan ruangan, terutama yang terletak di sisi barat, akan terasa lebih panas dibanding ruangan lain. Karena tidak punya pilihan, banyak orang membuat solusi simpel. Memasang AC atau menambah tirai, entah bambu atau bahkan tirai kain tebal di jendela.

Padahal itu bukan satu-satunya solusi. Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis menawarkan solusi lain, yaitu memasang secondary skin dan menambah ventilasi pada bagian dinding. Menurut Ren, kedua solusi tersebut bisa dilakukan tanpa mengubah konstruksi rumah. Kalaupun ada perombakan bangunan, hanya renovasi kecil. Ini bisa dilakukan pada rumah yang sudah dibangun. Inilah penjelasannya.

Menambah Kulit Kedua

Konsep “secondary skin” atau dinding rumah lapis kedua diambil dari gambaran kulit manusia dan pakaiannya. Bila kondisi di luar tubuh panas, maka kulit manusia bereaksi dengan tetap menjaga suhu tubuh dalam batas normal, misalnya dengan mengeluarkan keringat. Akan tetapi, manusia juga memiliki cara untuk menghadapi kondisi luar tubuhnya dengan memakai pakaian, misalnya pakaian untuk mengatasi udara panas, udara dingin, dan sebagainya. Demikian pula halnya bangunan.

Jika “kulit” bangunan satu lapis saja tidak cukup untuk mengatasi dampak iklim, bisa disiasati dengan menambah “kulit kedua”. Prinsip kerjanya adalah meredam sengatan matahari langsung masuk ke dalam rumah, sehingga udara di dalam rumah terasa lebih sejuk. Menurut Ren, secondary skin pada bangunan bisa berupa kerai yang dipasang di depan jendela, kisi-kisi pada fasad, dan menanam tanaman. Penanaman tanaman bisa diletakkan di depan rumah atau merambatkan tanaman di dinding.

Sebelum memasang secondary skin, perlu diperhatikan hal berikut ini. 1. Arah hadap rumah. Bila menghadap barat, maka secondary skin perlu menjadi prioritas. Karena sinar matahari sore memiliki intensitas lebih tinggi. 2. Situasi di sekitar rumah. Apakah bayangan dari bangunan tetangga atau rimbunnya tanaman di halaman sudah cukup membuat bayangan yang melindungi rumah Anda? 3. Jarak antara jendela dengan secondary skin, agar ada ruang untuk membuka-tutup jendela. Umumnya 40-100cm. 4. Bila material secondary skin direncanakan untuk memiliki kemiringan, pertimbangkan dengan arah sudut pandangan ke jalan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *