Spacex Orbitkan Satelit Merah Putih

Satelit Merah Putih milik PT Telkom Indonesia meluncur mulus dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat, kemarin. Satelit yang dilengkapi 60 transponder C-band ini memiliki berat 5.800 kilogram. Nantinya, Merah Putih akan melayani komunikasi untuk wilayah Indonesia dan India. Sekitar 50 menit setelah diluncurkan, sinyal satelit terdeteksi.

“Sekarang dalam proses menuju orbit 108 BT. Memakan waktu sekitar 11 hari,” kata Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo, Denny Setiawan, saat dihubungi Tempo, kemarin. Salah satu misi satelit Merah Putih adalah memperbesar kapasitas transponder, dari 73 yang telah dimiliki Telkom dari satelit Telkom 2 dan Telkom 3S menjadi 133 transponder secara total. “Merah Putih memberi tambahan 60 transponder,” ujar Denny.

Merah Putih dibikin oleh Space Systems/Loral yang berbasis di sekitar platform SSL-1300, Palo Alto, California, Amerika Serikat. Satelit ini akan menempati orbit geostasioner di slot yang ditinggalkan satelit Telkom 1, yang sudah tak berfungsi, di 108 derajat Timur dan diharapkan setidaknya berfungsi selama 15 tahun. PT Telkom mengoperasikan armada komunikasi satelit terbesar di Indonesia. Armadanya saat ini terdiri atas satelit Telkom 2 dan Telkom 3S, masing-masing diluncurkan pada 2005 dan 2017. Adapun Telkom 1 mengalami kerusakan tahun lalu.

“Selain itu, misi lainnya adalah untuk mengamankan dan memaksimalkan filing satellite di slot orbit 108 BT yang sedang dalam masa suspensi di International Telecommunication Union sejak ditinggalkan Telkom 1 tahun lalu,” ucap Denny. “Juga untuk mendukung ekspansi bisnis internasional.” Untuk menaruh Merah Putih pada orbitnya, PT Telkom mempercayai perusahaan transportasi luar angkasa swasta asal Amerika Serikat, SpaceX, untuk membawanya dengan kendaraan Falcon 9. Peluncuran ini sekaligus menandai keberhasilan SpaceX memakai kembali rangkaian roket Block 5, yang telahdigunakanuntuk meluncurkan Bangabandhu-1 milik Bangladesh.

Lantas, apa alasan PT Telkom memakai jasa SpaceX atau Space Exploration Technologies Corporation yang didirikan oleh Elon Musk ini? “Secara reliability telah memenuhi persyaratan Telkom,” ujar Denny. “Kemudian, karena harga peluncuran yang lebih terjangkau. Selain itu, jadwal peluncuran sesuai dengan kebutuhan Telkom.” Director Wholesale & International Service PT Telkom Indonesia, Abdus Somad Arief, melalui akun Facebook membenarkan bahwa satelit Merah Putih telah sukses mengangkasa. “Ditandai dengan separasi satelit dari engine Stage-2 pada menit 32,” demikian penjelasan Abdus, kemarin.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *