Tertarik Mahalnya Web Content

Tommy menemukan jalan hidupnya sebagai web developer ketika bekerja menangani IT di salah satu anak perusahaan Astra. Ketika berstatus sebagai karyawan itulah itulah Tommy berkenalan dengan Yuswohady. Dari pakar marketing itu, ia jadi tahu bahwa harga content sebuah web ternyata mahal. “Kekuatan (sebuah web) ternyata bukan di teknologi, melainkan di content-nya,” ujarnya.

Baca juga : Jasa SEO Semarang

Maka pada 2012 ia mulai serius menjadi web developer dan penyedia content-nya. Kalau semula kliennya para pelaku UMKM, sejak itu ia membidik klien korporat. Proyek pertamanya datang dari Martha Tilaar. Proyek ini merupakan proyek kerjasama Tommy dan Yuswohady. Tommy membangun web-nya, Yuswohady mengisi content-nya. Ketika social media mulai populer, Tommy menyertakan link social media pada web yang ia desain. Dari pengalaman menggarap pesanan web dan content-nya, ia berkeyakinan bisnis ini menjanjikan.

Karenanya ia memutuskan untuk berhenti sebagai karyawan pada September 2012 membentuk PT Dynamic Nusantara Digital. Untuk menjalankan bisnis ini ia menyewa rumah yang dijadikan kantor. Sambil menjalankan usaha sebagai web developer, ia aktif di berbagai komunitas nirlaba di Depok, Jawa Barat. Selama bergabung dengan komunitas itu, ia merasakan sulitnya mendapatkan tempat untuk berkumpul. Dari sini timbul kebutuhan untuk mencari tempat kerja yang asyik dan bisa dijadikan tempat berkumpul komunitas.

Dengan menggunakan uang hasil usahanya bersama Sandi, ia berhasil menyewa ruko dua lantai di lokasi strategis di Depok. Ruang kantor inilah yang dimudian disewakan sebagai co-working space lengkap dengan WiFi kecepatan 32 MB per detik. Setelah usaha web developer dan co-working space berjalan, ia kemudian “menerbitkan” majalah digital Terasolo. Majalah digital yang berisi perjalanan usaha pelaku UKM berbasis budaya di Solo ini ternyata juga bisa mendatangkan pendapatan.

Dalam sehari majalah digital ini dikunjungi sekitar 1.500 orang. Pendapatannya diperoleh dari transaksi yang terjadi antara pengunjung web dengan pelaku UKM yang ditulis di web. Sukses Terasolo membuat Tommy ingin membangun majalah digital baru. Dalam tahun 2014 setidaknya ia akan menerbitkan enam majalah digital, salah satunya di Myanmar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *