Stoica.id Catering Sehat Jakarta. Beras adalah kebutuhan. Komoditas penting bangsa Indonesia. Bahkan sekarang ini banyak orang bilang, tanpa makan beras, tidaklah kenyang! Apakah benar demikian? Bagaimana sebenarnya beras tumbuh menjadi sebuah polemik yang membangun dinamika rasa di Indonesia?

Sebenarnya, tumbuhan padi bukanlah tumbuhan asli Indonesia, melainkan asli Cina. Penyebarannya bisa sampai ke Amerika Utara, Eropa dan Asia Barat lewat jalur perang dan perdagangan. Beras juga diperkenalkan lewat jalur perdagangan Afrika-India kemudian sampai ke Indonesia mulai pada abad ke-9. Mulai saat itulah budidaya beras dimulai.

Berkat adaptasi alam yang berlangsung selama ribuan tahun itulah, muncul banyak variasi benih padi unggulan di Indonesia. Kalau sekarang, kita lebih banyak melihat tumbuhan padi yang pendek ukurannya, bahkan hanya sebatas paha orang dewasa, beras jaman dahulu ada yang memiliki ketinggian melebihi 2 meter.

Bila kita hanya sempat mengenal padi irigasi yang membutuhkan begitu banyak aliran air untuk hidup, ternyata ada juga varietas beras di Indonesia yang mampu hidup di air pasang surut, pinggir danau, tengah hutan, bahkan di daerah tandus sekalipun. Keanekaragaman alam dan ekosistem itulah yang membuat kekayaan citarasa beras di Indonesia. Alam melimpahkan karunianya kepada bangsa Indonesia dalam bentuk keanekaragaman pangan, dan siapakah kita manusia yang mencoba menyederhanakannya?

Mengenal Benih Padi

Yang dinamakan varietas padi lokal Indonesia berasal dari muasal benih yang biasanya sudah lama teruji tumbuh di alam tanpa adanya banyak campur-tangan manusia atau rekayasa genetika. Biasanya para petani padi tidak harus membeli benih baru ketika ingin menanam baru, mereka hanya tinggal menyimpan benih-benih dari panen terdahulu dan hasil panennya tidak akan berubah drastis bila ditanam kembali.

Ada kalanya di zaman pertanian modern, banyak sekali petani dibuat tergantung oleh benih. Karena benih-benih tersebut sudah mengalami banyak rekayasa, sehingga hasil panen akan menurun drastis bila petani masih menggunakan benih dari sisa panen terdahulu. Ironis sekali, bukan? Nah, karena itulah, benih adalah denyut jantung kedigdayaan pangan. Siapa yang menguasai benih, ia akan menguasai dunia. Penting sekali untuk memahami konsep ini karena ketika kita membicarakan warisan budaya beras Indonesia, kita pasti akan bersinggungan dengan benih.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *